You are here
Home > Berita > Bajuku Libas Dosa, Inovasi Perlindungan Terhadap Perempuan Dan Anak

Bajuku Libas Dosa, Inovasi Perlindungan Terhadap Perempuan Dan Anak

Pemerintah Kabupaten Blitar gencar melaksanakan berbagai inovasi untuk memberikana pelayanan kepada publik. Satu diantaranya , Inovasi Bangkit Menuju Keluarga Religius Bahagia Sejahtera Dengan Orientasi Surga ( Bajuku Libas Dosa).  Inovasi ini  muncul karena banyaknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi dalam satu rumah tangga, tidak dapat dilanjutkan ke proses hukum terhadap permintaan korban. Ini akibat ancaman perceraian dan pemutusan hubungan keluarga dari pelaku. Sehingga korban hanya sebatas curhat tentang kasus yang dialaminya.  Harapannya, dengan inovasi pelayanan publik ini bisa memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal ini mengemuka  pada pencanangan Program Bajuku Libas Dosa di Lantai 3 Kantor Bupati Blitar di Kanigoro, Selasa (14/2).

Drs. Wahid Rosidi, MM dalam laporannya menyampaikan, fasilitas  dalam perlindungan perempuan dan anak ini antara lain, visum et repartum di rumah sakit, pelayanan psikologi, pelayanan mental keagamaan, pendampingan korban di kepolisian, bantuan sosial berupa sembako (sesuai dengan kemampuan APBD) apabila korban dalam kategori miskin, rumah aman beserta akomodasi paling lama 1 bulan apabila korban terancam keselamatan, dan prioritas mendapatkan pelatihan usaha atau bantuan modal sesuai kemampuan APBD II apabila korban belum mampu mandiri. Drs. Wahid Rosidi, MM juga mengungkapkan, cara melaporkan jika terjadi kekerasan  bisa menghubungi langsung Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Blitar  pada nomor telepon 0342 801053 atau 163 atau 08233233510, menghubungi relawan P2TP2A Kabupaten Blitar di desa/kelurahan se-Kabupaten Blitar melalui Kantor Desa atau Kantor Kelurahan setempat, juga bisa menghubungi kantor UPTD PPKB P3A Kabupaten Blitar melalui penyuluh KB Kecamatan. Pengaduan ini bisa bersifat langsung maupun  tidak langsung.

Sementara itu,  Bupati Blitar , Drs. H.Rijanto, MM dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada instansi terkait yang telah memunculkan inovasi tersebut. Dengan inovasi itu diharapkan bisa meminimalisir masalah kekerasan dan pelecehan seksual kepada perempuan dan anak. Untuk itu, agar inovasi ini maksimal seyogyanya aktif disosialisasikan dimasyarakat. Mengingat, diakui atau tidak, kecanggihan informasi dan teknologi menyebabkan kasus dan kekerasan maupun pelecehan seksual cenderung meningkat.

Ditempat yang sama, Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Timur,  Luki Mariani memberikan apresiasi terhadap inovasi Bajuku Libas Dosa. Dia optimis, inovasi ini  mampu meminimalisir kegiatan kekerasan dan pelecehan seksual. Kendati diakui, dilapangan masih sulit untuk mendapatkan pendampingan secara hukum. Harapannya, kedepan, kader P2TP2A sampai dengan Kepala Dinas instansi  harus cekatan, inisiatif, ulet, dan militant (CIUM). Ini tentu harus melalui SOP yang tepat. Diakhir sambutannya, Luki Mariani mengingatkan agar selalu bekerja cerdas, ikhlas, keras dan profesional.

Seperti diketahui, pencanangan Program Bajuku Libas Dosa  tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh orang nomor satu di Kabupaten Blitar. Ini disaksikan oleh undangan yang hadir seperti Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, beberapa perwakilan OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, Camat se-Kabupaten Blitar serta organisasi wanita.

 

 

 

 

Top