You are here
Home > Berita > HUT KOPERASI ke-72 KOPERASI HARUS BERADAPTASI HADAPI TANTANGAN GLOBAL ERA INDUSTRI 4.0

HUT KOPERASI ke-72 KOPERASI HARUS BERADAPTASI HADAPI TANTANGAN GLOBAL ERA INDUSTRI 4.0

Reformasi pada koperasi harus bisa beradaptasi dan bertransformasi serta bisa membuat inovasi yang bisa membantu masyarakat dan mensejahterakan anggotanya. Hal ini disampaikan melalui sambutan Menteri Koperasi dan UMKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga  yang dibacakan oleh Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-72 Tahun 2019 di Alun-alun Kanigoro, Rabu, (17 Juli 2019).

Lebih lanjut disampaikan, momen peringatan  HUT Koperasi ke-72 ini mengajak koperasi untuk beradaptasi menghadapi tantangan global Era Industri 4.0. Untuk itu, koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal Sumber Daya yang handal yang didasari oleh tekad untuk siap berubah dalam mensikapi tantangan kekinian.  Mengambil tema Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0, koperasi diharapkan mampu menghadapi tantangan baru didunia perkoperasian. Tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, namun menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola. Sehingga koperasi harus melakukan reformasi total terhadap sistem yang sudah berjalan selama ini.

Disampikan pula, reformasi total yang telah dijalankan dalam rentang waktu lima tahun terakhir ini, mendorong koperasi agar mampu beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang senantiasa berjalan dinamis. Insan koperasi disiapkan untuk mempunyai  kreativitas dan inovasi untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya. Untuk itu, koperasi sudah saatnya memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan platform e-commerce, aplikasi retail on-line dan pengembangan aplikasi-aplikasi bisnis lainnya. Dengan demikian diharapkan gerakan koperasi dapat merangkul generasi millenial, yang saat ini jumlah mereka telah mencapai sepertiga dari totalitas penduduk Indonesia.

Dalam sambutan itu, Bupati Blitar juga menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM memiliki tiga kebijakan yang telah dilaksanakan untuk mereformasi total koperasi, yaitu :  Pertama, Reorentasi yaitu merubah mindset dari orientasi pada jumlah (kuantitas) menjadi mutu (kualitas), sehingga kebijakan lebih diarahkan untuk memperkuat mutu koperasi.  Kedua, Rehabilitasi telah dilakukan penguatan sistem database koperasi, sehingga koperasi yang terdata hanya yang benar-benar sehat saja. Berdasarkan data sampai bulan Juni 2019 tercatat sebanyak 126.343 unit menurun jumlahnya dari data Tahun 2014 yang sebesar 212.570 unit. Dan yang  ketiga, Pengembangan, yaitu meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh. Saat ini koperasi telah berhasil memasuki  bursa efek, penyalur kredit usaha rakyat (KUR), masuk peringkat  1 dunia pada kategori usaha jasa lainnya, dan peringkat 94 untuk 300 koperasi besar dunia.

Dalam kesempatan tersebut juga diacarakan penyerahkan piagam penghargaan dan bantuan sosial kepada SMA Negeri 1 Garum dan Kopwan Kuncup Rahayu sebagai pemerima peghargaan piala bergilir Uji Kompetensi dan penerima bantuan sosial termasuk Panti Asuhan Anak Yatim Nurul Ilmi, Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Darul Aitam. Usai upacara dilanjutkan acara tasyakuran di Pendopo Sasana Adhi Praja.

Top