You are here
Home > Berita > KANG JIMBANG, UTTP BISA STANDART

KANG JIMBANG, UTTP BISA STANDART

Kang Jimbang (Tukang Uji Timbang) merupakan maskot Tera Ulang di Kabupaten Blitar. Diharapkan dengan hadirnya Kang Jimbang, penjual melakukan timbangan sesuai dengan takaran yag standart  dan  aktif  men Tera Ulang timbangannya. Bagi konsumen agar mengecek stiker tera ulang, ini untuk memastikan timbangan tersebut telah ditera ulang. Hal ini disampaikan oleh Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM saat berkunjung ke Pasar Wlingi, Rabu (2/10/2019).

Bupati Blitar yang didampingi beberapa Kepala OPD di Lingkungan Kabupaten Blitar juga menyampaikan, keharusan menguji kembali Ukuran, Takaran, Timbangan dan Perlengkapannya (UTTP) dilaksanakan setiap 1 tahun sekali oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar. Tujuannya agar tercapai ukuran yang standart pada timbangan. Dengan ukuran yang standart, maka konsumen mendapatkan barang sesuai dengan takaran aslinnya tanpa ada pengurangan.

Untuk diketahui, Tera Ulang Timbangan ini mengacu pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.  Jenis UTTP antara lain meter panjang retriubusinya Rp.4000,-, takaran retribusi Rp.500,-, anak timbangan biasa retribusi Rp.10.000, Rp.600,-, Rp.300,-, anak timbangan khusus retribusinya Rp.  Rp.10.000,-, Rp.5000,- dan Rp.1.500,-, timbangan sentisimal retribusinya Rp.15.000,-, timbangan meja retribusi Rp.5000, timbangan pegas retribsui nya Rp.10.000,-, timbangan cepat retribusi  Rp.50.000, Rp.15.000, timbangan BBI Rp.50.000, Rp.15.000,-, dacin Logam Rp.5000,-, neraca emas Rp.20.000,-, neraca obat Rp.20.000,- neraca biasa Rp.10.000,- , TE II retribuisnya Rp.25.000,- dan TE III retribusniay Rp.100.000,- dan Rp.50.000,-.

Dalam kunjungan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini memberikan secara simbolis jaket petugas Metrologi, Juga cek harga ke beberapa pedagang. Ini untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.  Selain itu, Bupati Blitar juga menjaring aspirasi dari masyarakat terutama pedagang di Pasar Wlingi. Terutama terkait sarana dan prasarana, misalnya mushola. Keberadaan mushola sudah sangat membantu dalam beribadah penjual dan pembeli di pasar tersebut, namun dinilai terlalu sempit. Harapan pedagang, musholan bisa diperluas.

Top